Menyusuri Hutan Anggi demi Parotia Arfak dan Cenderawasih di Pegunungan Arfak
Perjalanan birdwatching di Hutan Anggi, Pegunungan Arfak, Papua Barat, memburu Parotia Arfak dan cenderawasih di pagi berkabut.
Ringkasan Cepat
- Pegunungan Arfak berada di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, dengan ibu kota Anggi.
- Parotia sefilata (Parotia Arfak) dan Paradisaea minor adalah dua burung cenderawasih yang hidup di hutan pegunungan ini.
- Akses utama dari Manokwari lewat jalan darat menanjak ke Anggi, memakan waktu beberapa jam.
- Birdwatching dilakukan pagi buta, biasanya mulai pukul 04.30, saat jantan menari di arena lek.
- Masyarakat Arfak hidup dari kebun, kopi, dan hasil hutan; sebagian jadi pemandu birdwatching.
Kabut Anggi dan Suara Pertama
Pukul empat pagi di Anggi, udara menusuk sampai ke tulang. Kabut tebal menempel di permukaan danau, menyembunyikan bukit di seberang. Saya berjalan pelan di belakang Yosias, pemandu dari salah satu kampung di sekitar Anggi. Lampu kepala hanya menerangi akar dan batu basah. Dia berhenti, mengangkat tangan. Dari arah rimbun pohon di depan, terdengar suara serak pendek, lalu dijawab suara lain. Parotia Arfak mulai memanggil.
Anggi adalah nama distrik sekaligus ibu kota Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. Dari Manokwari, perjalanan darat ke sini menanjak terus, melewati tikungan tajam dan jalan yang licin saat hujan. Waktu tempuh beberapa jam, tergantung kondisi jalan. Begitu tiba, suhu langsung turun. Malam bisa sangat dingin, sesuatu yang jarang dibayangkan orang tentang Papua.
Parotia Arfak, Penari Hutan Berkabut
Parotia sefilata, yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Western Parotia, adalah burung endemik Pegunungan Arfak. Jantan punya enam bulu antena di atas kepala, bulu dada berkilau hijau-emas, dan kemampuan menari di arena lek yang bersih dari daun. Sarjana burung Edwin Scholes dan Tim Laman pernah merekam tariannya untuk proyek Birds-of-Paradise. Rekaman itu membuat Parotia Arfak dikenal dunia, tetapi di hutan aslinya burung ini tetap sulit dilihat. Ia lebih sering terdengar daripada tampak.
Pemandu tahu pohon tempat jantan menari. Biasanya satu pohon besar dengan cabang horizontal, dibersihkan dari dedaunan. Kami menunggu di balik semak, tidak bergerak. Sekitar pukul lima, jantan turun. Bulu antenanya mengembang, tubuhnya menekuk, lalu menari cepat di atas cabang. Betina datang, mengamati, pergi. Sepuluh menit yang tidak bisa diulang.
Selain Parotia, hutan Arfak juga rumah bagi cenderawasih lain, termasuk Paradisaea minor (Lesser Bird-of-Paradise) dan beberapa spesies burung pegunungan. Kabupaten Pegunungan Arfak sendiri dibentuk pada 2012 sebagai pemekaran dari Kabupaten Manokwari, dengan Anggi sebagai pusat pemerintahan.
Masyarakat, Kebun, dan Pemandu
Masyarakat Arfak hidup dari kebun, kopi, dan hasil hutan. Rumah-rumah tersebar di lereng, bukan mengelompok padat. Pagi hari, perempuan pergi ke kebun, laki-laki ke hutan atau ke pasar. Sejak birdwatching tumbuh, sebagian warga beralih jadi pemandu dan penyedia penginapan sederhana. Homestay di Anggi umumnya rumah kayu dengan kamar terbatas, air dingin, dan listrik yang tidak selalu stabil. Tarif relatif terjangkau, tetapi fasilitas seadanya.
Pemandu lokal mengantar tamu ke titik lek sejak subuh. Mereka tidak memakai suara rekaman untuk memancing burung, karena bisa mengganggu. Cara paling jujur adalah menunggu. Kesabaran adalah modal utama. Tamu yang beruntung bisa melihat Parotia dan cenderawasih lain dalam satu pagi. Yang tidak beruntung tetap pulang dengan cerita kabut dan kopi panas.
Birdwatching di Arfak bukan wisata massal. Jumlah tamu terbatas, dan itu menjaga hutan tetap tenang. Namun tekanan tetap ada: pembukaan lahan, jalan baru, dan kebutuhan ekonomi. Keseimbangan antara konservasi dan penghidupan warga adalah persoalan nyata di sini, bukan slogan.
Praktik dan Waktu Terbaik
Waktu terbaik berkunjung adalah musim kemarau relatif, sekitar Juni sampai September, meski hujan bisa turun kapan saja di pegunungan. Bawa jaket tahan dingin, sepatu anti-slip, jas hujan, dan senter. Kamera dengan lensa tele panjang membantu, tetapi teropong sudah cukup. Jangan berharap jalan mulus atau sinyal stabil. Anggi adalah tempat terpencil, dan itu bagian dari daya tariknya.
Untuk sampai ke Anggi, biasanya tamu terbang ke Manokwari lalu menyewa kendaraan. Sebagian operator birdwatching di Manokwari mengatur paket termasuk transport, pemandu, dan homestay. Harga bervariasi, tergantung jumlah hari dan jumlah tamu. Sebaiknya pesan jauh hari, terutama pada musim ramai.
Yang perlu diingat: burung cenderawasih dilindungi. Memelihara, memperdagangkan, atau mengganggu sarangnya melanggar hukum. Birdwatching yang baik adalah yang tidak mengubah perilaku burung. Datang, dengar, lihat, lalu pulang tanpa jejak.
Orang Juga Bertanya
Di mana lokasi Hutan Anggi?
Anggi berada di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, sekitar beberapa jam perjalanan darat dari Manokwari. Wilayah ini berupa lembah pegunungan dengan danau dan hutan berkabut.
Burung apa saja yang bisa dilihat di Pegunungan Arfak?
Parotia sefilata (Parotia Arfak) dan Paradisaea minor termasuk burung cenderawasih yang hidup di hutan Arfak. Selain itu ada banyak spesies burung pegunungan lain.
Kapan waktu terbaik untuk birdwatching di Arfak?
Musim kemarau relatif, sekitar Juni sampai September, umumnya lebih nyaman. Namun hujan bisa turun kapan saja, jadi siapkan perlengkapan tahan air dan pakaian hangat.
Apakah cenderawasih di Arfak dilindungi?
Ya. Semua burung cenderawasih dilindungi oleh hukum Indonesia. Menangkap, memelihara, atau memperdagangkannya tanpa izin adalah pelanggaran.